Total Tayangan Laman

Rabu, 01 April 2015

Silabs Fiqh 1 Tahun 2015


SILABUS FIQH I
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
PRODI PERBANKAN SYRAIAH
FAKUTAS EKONOMI BISNIS ISLAM

Perguruan Tinggi                   : IAIN WALISONGO
Jurusan/Program Studi         :  PBS/FEBI 
Mata Kuliah                            :  Fiqh 
SKS                                          :  2 SKS    
Komponen Mata Kuliah        :          
Dosen Pengampu                 : Dr. Imam Yahya, M.Ag

1.      Deskripsi Mata Kuliah
Ilmu Fiqh merupakan salah satu ilmu ‘mahkota’ dalam rumpun ilmu-ilmu ke-Islaman, karena ia bersentuhan langsung dengan amalan praktis keseharian, baik antara ia dengan Tuhannya, maupun dengan sesama. Dari itu tidak mengherankan jika di semua jenjang pendidikan Islam, Fiqh (terutama fiqh ibadah) menjadi menu mata pelajaran/kuliah wajib dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.
Fiqh ibadah merupakan entry point dari semua materi fiqh. Ia berisi thaharah serta berbagai ibadah khususnya yang termasuk dalam materi empat rukun Islam yakni masalah shalat, puasa, ibadah serta haji. Ditambah dengan persoalan fiqh kontemporer seperti, fiqh narkotika, fiqh nikah, fiqh korupsi, fiqh kenegaraan. Materi ini amat penting untuk diketahui, dipahami, dihayati serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari bagi setiap muslim maupun muslimat. Sehingga penguasaan dan pemahaman materi ini amat menentukan diamalkan tidaknya sebagian pokok-pokok ibadah dalam ajaran Islam.
Mata kuliah Fiqh di Prodi PBS  memiliki bobot 2 SKS. Walau terasa kurang mengingat banayaknya topik yang harus dikaji, namun secara umum mahasiswa sudah memiliki bekal  ‘lumayan’ karena materi ini relatif sudah dipelajari di bangku sekolah tingkat dasar dan menengah. Dalam MK ini mahasiswa akan diajak belajar bersama dengan mengkaji dan mengkritisi topik-topik inti seperti dapat dilihat pada poin 3.

2.      Kompetensi Mata Kuliah
    1. Mahasiswa mampu mengetahui, mengerti serta memahami makna ibadah dan seluk beluknya.
    2. Mahasiswa sanggup melakukan kajian fiqh ibadah serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
    3. Mahasiswa sanggup dan mampu menyikapi adanya perbedaan pemahaman tentang ibadah dengan penuh toleransi dan lapang dada dengan tetap mampu melakukan kajian kritis untuk menentukan pendapat terkuat dan termaslahat.
3.      Topik –Topik Inti
1)       Ruang Lingkup Fiqh.
2)      Syariah, hukum dan Fiqh
3)      Dasar Hukum Pelaksanaan Fiqh
4)     Tayamum Pengganti Wudlu
5)      Melaksanakan Shalat di Perjalanan
6)      Menunaikan Zakat Profesi
7)      Problem Menentukan Awal Akhir Romadlon
8)      UJIAN TENGAH SEMSTER
9)      Waiting list dalam Ibadah Haji
10)   Bolehkan Nikah di Bawah Umur
11)    Larangan Nikah Beda Agama
12)    Menghindarkan diri dari Narkotika dan Zat Adiktif
13)   Memahami Jihad Kontemporer.
14)  Menolak Korupsi
15)   Mempertimbangkan Bunga Bank   
16)   UJIAN AKHIR SEMESTER
5.      Referensi
1)       Sayyid Sabiq, Fiqh As-Sunnah, Jilid I, (Beirut: Dar Al-Fikr, 1983)
2)      Ibnu Rusyd, Bidayat al -Mujtahid, Semarang : Toha Putra, tt.
3)      Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Kuliah Ibadah, Cet. I, ( Semarang : Pustaka Rizki Putra, 2010 )
4)     Wahbah Az-Zuhaily, Al-Fiqh Al-Islamy Wa Adillatuhu, Jilid I-Iii,  (Beirut: Dar Al-Fikr, 1984)



6.      Penilaian
1)    Partisipasi                      30 %
2)   Tugas-Tugas                            20 %
3)      Ujian Tengah Semester   20 %
4)     Ujian Akhir Semester               30 %

Ngalian, 11 September 2014

Pengampu

Imam Yahya

Selasa, 03 Maret 2015

Sillabi Ushul Fiqh EIA-2




UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) WALISONGO
FAKULTAS EKONOMI & BISNIS ISLAM
Sillabus

A. Identitas Mata Kuliah

Mata kuliah         : Ushul Fiqh.
Komponen          : Univ/MKDK
Jur/Konsentrasi : EI/FEBI
Bobot                    : 2 SKS
Dosen                   : Dr. Imam Yahya, M.Ag.

B. Deskripsi Mata Kuliah
1)      Mata kuliah ini memberikan penjelasan mengenai Substansi Ilmu Ushul Fiqh, dalil-dalil hukum, metode istimbath hukum, dan tokoh-tokoh Ilmu Ushul Fiqh.
2)      Dalam  mata kuliah ini ditekankan pada pendalaman dan penerapan kaidah- kaidah    usul  fiqh  yang   sangat  dibutuhkan     sebagai   landasan    dalam   beristinbat  hukum terhadap berbagai    masalah   kontemporer.

C. Tujuan :
1)      Mahasiswa     memahami      kaidah-kaidah    ushul   fiqh  sebagai   metode Istinbatul Hukmi.
2)      Mahasiswa mampu  menerapakan   kaidah-kaidah ushul   fiqh   dalam merespon  masalah  kontemporer  khususnya  di  bidang  ilmu falak.
3)      Mahasiswa mengikuti perkembangan ilmu ushul fiqh di dunia kontemporer.

 D. Materi    Perkuliahan :
  1. Syariah, Fiqh dan Hukum Islam.
  2. Sejarah Perkembangan Ushul Fiqh.
  3. Hukum dalam Perspektif ahli Ushul.
  4. Perbuatan Hukum (mahkum fih)
  5. Pertanggungjawaban Hukum (mahkum alaih).
  6. Pembahasan Awaridhul Ahliyyah
  7. Otentisitas Al-Qur’an sebagai Sumber Hukum Islam (Konsep Nasih Mansuh)
  8. UTS (Ujian Tengah Semester)
  9. Posisi Hadits dalam Pembentukan Hukum Islam.
  10. Kontekstualisasi Ijma di Zaman Modern.
  11. Perdebatan Qiyas sebagai metode istinbath hokum.
  12. Membuka Pintu Ijtihad
  13. Metode Istimbath Hukum NU.
  14. Hubungan Hukum dan Politik di mata MUI
  15. Metode Penetapan Hukum Majlis Tarjih Muhammadiyah.
  16. UTS.


E. Sistem Perkuliahan
1)      Kuliah diselengarakan dengan metode seminar, yakni diskusi yang disampaikan oleh mahasiswa dengan menyampaikan sebuah makalah kuliah.
2)      Makalah ditulis dengan sistematika standar; pengantar, pokok persoalan, pembahasan, kesimpulan dan penutup (minimal 6 halaman).
3)      Presentasi makalah disampaikan dengan menggunakan power point atau slide.
4)      Makalah dibagikan kepada seluruh peserta dan dosen pengampu seminggu atau maksimal sehari sebelum hari presentasi. 

F. Referensi :

1. Khallaf, Abdul Wahhab, Ilmu Ushul al-Figh;
2. Moh Zein, Satria Effendy, Ushul Fiqh
3. Syarifuddin, Amir, Ushul Fiqh, Jilid 1-2. 
Semarang, Februari 2015
Dosen



Dr. Imam Yahya, M.Ag.